Transfer Blastokista

Budidaya Blastokista

Blastokista adalah embrio yang telah berkembang selama lima sampai tujuh hari setelah pembuahan dan telah dibagi menjadi 2 jenis sel berbeda, yaitu trophectoderm dan massa sel dalam dan rongga sel berisi cairan (rongga blastocoel). Trophectoderm kemudian akan berkembang menjadi plasenta dan massa sel akan menjadi janin. Blastokista memiliki kulit terluar yang sangat tipis sehingga berpotensi meningkatkan kemungkinan implantasi ke dalam rongga rahim.

Dalam kebanyakan kasus,embrio ditransfer ke rahim setelah 48 jam pada tahap sel ke4-8. Pada pembuahan alami, embrio mencapai rongga rahim pada hari KELIMA. Dengan tersedianya media kultur terbaru,sekarang kita bisa membudidayakan embrio di laboratorium sampai tahap blastokista. Prosedur pembudidayaan blastokista dan pemindahan embrio yang berumur 5 hari memfasilitasi pemilihan embrio berkualitas terbaik untuk dipindahkan ke dalam rahim ibu. Kemajuan terbaru dalam pembudidayaan dan pemindahan blastokista telah dikenal untuk menghasilkan kehamilan klinis yang lebih baik, implantasi dan angka kelahiran, sementara juga mengurangi risiko kehamilan ganda.

Oleh karena itu budidaya blastokista adalah teknik yang sangat membantu dalam memilih dan menilai kapasitas perkembangan embrio. Dengan cara pembudidayaan ini, kita dapat memilih dan mentransfer embrio-embrio yang dapat menimbulkan kehamilan. Tidak semua embrio manusia memiliki potensi untuk mencapai tahap blastokista, baik di dalam rahim maupun di laboratorium.

Keberhasilan dari budidaya blastokista adalah hasil dari perkembangan media yang dirancang untuk mendukung pengembangan blastokista, sebagai persyaratan dari embrio manusia yang berubah setelah dua hari pertama.

 

Siapa yang bisa mendapatkan keuntungan dari budidaya blastokista?

Di Alpha International Fertility Centre, kami menawarkan budidaya blastokista kepada:

  • Pasangan yang telah gagal untuk mencapai kehamilan meskipun telah di transfer tiga kali atau lebih dengan embrio yang jelas berkualitas baik.
  • Pasangan yang prihatin tentang risiko kehamilan ganda dan ingin memiliki hanya satu embrio yang ditransfer.
  • Pasangan dengan delapan atau lebih embrio beku yang ingin mengoptimalkan hasil siklus transfer embrio beku mereka.
  • Pasangan yang telah menjelajahi semua pilihan terapi lain dan ingin menilai potensi perkembangan embrio mereka.

 

Bagaimana budidaya blastokista berbeda dengan perawatan konvensional IVF ?

Jika Anda telah memutuskan untuk mengembangkan embrio Anda ke tahap blastokista setelah IVF, perbedaan hanya terjadi pada hari dimana embrio ditransfer,biasanya pada hari ke-5 atau ke- 6 setelah pengambilan sel telur, dibandingkan dengan IVF yang di transfer pada hari ke-2 atau ke-3. Namun, kami tidak dapat memastikan hari yang akurat untuk pemindahan sampai kita dapat mengakses embrio mana yang telah berhasil tumbuh menjadi blastokista yang sehat.

Harap diingat bahwa ada kemungkinan embrio tidak dapat berkembang ke tahap blastokista. Oleh karena itu, transfer blastokista akan dihentikan. Pemindahan blastokista bukanlah sebuah opsi untuk semua pasien IVF.Teknik ini lebih berpeluang kepada pasien yang lebih muda dan memiliki banyak sel telur selama pengambilan.

Rata-rata, pasien dengan enam atau lebih embrio berkualitas tinggi pada hari ketiga adalah kandidat terbaik untuk pemudidayaan blastokista karena adanya kesempatan yang lebih baik untuk embrio dapat berkembang dengan sempurna pada hari ke-5.

Siapa yang tidak dapat melakukan budidaya blastokista?

Setiap pasangan dapat memilih untuk budidaya blastokista, tetapi jika embrio tidak melebihi dari enam buah maka proses ini kurang bermanfaat. Atas dasar statistik kami saat ini kesempatan untuk memiliki dua blastosis yang berkembang sempurna adalah sangat tipis. Jika tidak ada embrio yang berkembang pada tahap blastokista kita tidak akan bisa menarik kesimpulan karena kemungkinan untuk berhasil terlalu kecil.

 

Apakah kelemahan dari budidaya blastokista?

Pasangan yang memilih budidaya blastokista harus siap untuk kemungkinan bahwa tidak akan ada embrio yang cocok untuk ditransfer. Jika embrio tidak mencapai tahap blastokista di laboratorium maka sangat kecil kemungkinan mereka dapat ditanamkan jika mereka telah dipindahkan ke dalam rahim pada tahap awal.

Sampai saat ini, belum ada kelainan yang terkait dengan transfer embrio blastokista pada manusia.