Bedah Laparoskopi

Apakah Bedah Laparoskopi?

Prosedur laparoskopi pada dasarnya melibatkan pembiusan total dan pembuatan 2-4 lubang berukuran setengah sampai satu sentimeterdi lokasi yang berbeda di bagian perut sesuai kondisi. Rongga perut kemudian diisi dengan karbondioksida untuk memungkinkan ahli bedah dapat melihat dari layar. Laparoskopi ini seperti teleskop sempit dengan lebar seperti pena. Jika diperlukan, instrumen lebih lanjut dapatdimasukkan melalui tusukan kecil di dekat garis pubis.

Gas karbondiaksida ini kemudian dilepaskan setelah prosedur telah selesai dan semua peralatan dikeluarkan.Lubang yang kecil tersebut akan dijahit dan setelah sembuh, jahitan hanya berukuran setengah sentimeter, seperti bekas luka jerawat.

Pasien akan diizinkan untuk pulang beberapa jam setelah operasi.Keesokannya, Pasien diizinkan untuk melakukan aktifitas normal seperti biasanya dan aktifitas berat seperti bermain dan olahraga diperbolehkan seminggu kemudian. Hubungan intim diperbolehkan dua minggu setelah operasi dan dapat mencoba untuk mengandung jikatidak ada masalah fertilitas.

Kemungkinan Gejala Pasca Operasi

Menurut Dato’ Dr Colin, pasien mungkin saja mengalami gejala-gejala berikut selama satu atau dua hari. Namun demikian, gejala pasca operasi ini adalah masalah kecil dan biasanya akan menghilang dengan sendirinya.

Mual ringan dan nyeri otot. Nyeri di bagian bahu atau di bawah tulang rusuk adalah disebabkan oleh sejumlah kecil gas atau cairan yang tersisa di bawah diafragma. Nyeri ini biasanya akan hilang dalam waktu 24 jam begitu gas tersebut terserap.

  • Sedikit sakit pada bagian jahitan
  • Rasa kram seperti yang dirasakan waktu menstruasi
  • Pendarahan ringan selama beberapa hari

 

Tiada operasi yang tanpa resiko, tetapi resiko yang behubungan dengan laparoskopi biasanya sangat kecil.komplikasi seperti pendarahan dalam abdomen atau kerusakan pada usus atau organ yang berdekatan bisa saja terjadi biarpun kemungkinannya sangat kecil. Obat bius juga memiliki tingkat resiko yang kecil.Laparoskopi dapat digunakan pada mayoritas pasien walaupun pasien pernah menjalani beberapa operasi besar sebelumnya.